Langsung ke konten utama

Postingan

Literasi sebagai Jalan Perubahan: Mewujudkan SDGs dan Asta Cita melalui Peran Pelajar Bantaeng

  Di tengah era informasi yang melimpah, ironi besar masih melingkupi negeri ini: rendahnya tingkat literasi, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat pembangunan. Kabupaten Bantaeng, sebuah wilayah dengan segudang potensi di Sulawesi Selatan, belum sepenuhnya keluar dari belenggu rendahnya budaya literasi. Hal ini menjadi tantangan besar, bukan hanya bagi institusi pendidikan, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi mudanya. Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi menyangkut keterampilan berpikir kritis, memahami informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan. Dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) , khususnya tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas , literasi menjadi indikator utama untuk mengukur kemajuan pembangunan manusia. Tanpa literasi yang kuat, mustahil sebuah masyarakat dapat mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, atau pekerjaan yang ...

Permenpora 14 Tahun 2024: Antara Harapan Tata Kelola Ideal dan Ancaman terhadap Kemandirian Olahraga

Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi telah menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat olahraga Indonesia. Tujuan utama peraturan ini adalah menciptakan tata kelola organisasi olahraga yang visioner, transparan, akuntabel, efisien, dan efektif, serta mengatasi masalah dualisme kepengurusan dalam induk cabang olahraga (cabor) di Tanah Air. Pemerintah berharap bahwa dengan adanya Permenpora ini, dualisme kepengurusan cabor dapat diakhiri, sehingga pembinaan atlet menjadi lebih baik dan prestasi olahraga nasional meningkat. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa peraturan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjamin independensi dan legitimasi kepengurusan induk cabor di Indonesia. Meskipun demikian, Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 menuai kritik dari berbagai pihak. Beberapa pengurus induk cabor menilai peraturan ini sebagai bentuk intervensi pemerinta...

Revitalisasi Pendidikan Vokasi: Tantangan dan Peluang Menuju Indonesia Emas 2045

  Pendidikan sebagai poros utama dalam memastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 menghadapi tantangan baru, Kementerian yang dulunya “gemuk” kini harus dirampingkan dalam pandangan fisiologis sesuatu yang gemuk biasanya kelihatan sehat namun susah bergerak demikian sebaliknya ramping kadang dikonotasikan kurang gizi namun luwes dan lincah dalam geraknnya, Kebijakan membagi 3 kemdikbudristek dikti menjadi kementerian pendidikan Dasar dan Menengah, kementerian kebudayaan dan kementerian riset, inovasi dan pendidikan tinggi merupakan peluang sekaligus tantangan baru pendidikan. Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti yang merupakan akademisi dalam beberapa kesempatan menyampaikan kehati-hatian dan tidak ingin terburu-buru dalam megambil kebijakan strategis di kementerian pendidikan dasar dan menengah. Vibes Akomodatif di Kementerian baru saat ini sangat terasa yang ditandai dengan Upaya  Mendikdasmen mengunjungi penyelenggara pendidikan dan upaya menghadirkan kepala-kepala Dinas Pendidik...

Olahraga dan Politik

Momentum politik di Indonesia dalam dekade terakhir seringkali berujung pada pembelahan dalam masyarakat, Eforia Pemilu sebagai pesta rakyat Indonesia tidak berbanding lurus dengan kematangan masayarakat kita dalam menghadapi perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan, praktik-praktik kecurangan, Black Campain dan Produksi Hoaks yang terus menerus seakan menjadi post truth di masyarakat. Kondisi tersebut mengingatkan saya pada Pertandingan Sepak Bola sebuah Olahraga yang cukup digandrungi khususnya masyarakat Indonesia dengan segala problemanya, Jika di Sepak Bola kemenangan menjadi tujuan pertandingan di Kontestasi Politikpun demikian seluruh peserta pemilu tentu menjadikan kemenangan sebagai tujuan dengan segala taktik dan strategi bahkan tidak sedikit pertandingan diwarnai dengan tackling keras dan praktik-praktik kecurangan dalam pertandingan namun setiap pertandingan memiliki aturan dan waktu bermain tersendiri sehingga bagaimanapun strategi dan taktik yang diterapkan pada akhirnya ...

Embrio Digitalisasi Pendidikan Yang Lahir di Tengah Badai

Pandemi Covid 19 yang melanda dunia dan juga dirasakan oleh Masayarakat Indonesia tidak hanya meninggalkan cerita tentang dampak penyebaran dan Vaksinasi massal yang mengakibatkan lumpuhnya beberapa sendi kehidupan seperti ekonomi, sosial dan juga pendidikan. Dunia pendidikan ibarat kapal yang dihantam badai ditengah lautan dan gelapnya malam, Sehingga jangankan untuk fokus menuju pulau harapan dikegelapan semua justru harus fokus menjaga keseimbangan dan bertahan hingga badai dipastikan berakhir. Pendidikan Indonesia dengan segala problema klasik yang belum terselesaikan harus menghadapi situasi yang melumpuhkan layanan pendidikan yang bersifat konvensional, sehingga seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dipaksa adaptif dalam melakukan transformasi layanan pendidikan konvensional ke layanan Digital dan bisa ditebak bahwa kondisi tersebut membuat layanan pendidikan tidak dapat berjalan dengan normal. Namun demikian terselip hikmah yang ditinggalkan oleh badai yang bernama Cov...

Menjadi Guru Kreatif, Mencetak Peluang di Masa Pandemi Covid 19

  Wabah Covid 19 telah menjadi persoalaan dunia yang tentu sangat terasa dampaknya khususnya masyarakat yang bermukim pada wilayah yang terdampak covid 19 tidak terkecuali Indonesia meski merupakan negara kepulauan namun pemberlakuan kebijakan sebagai imbas dari dampak covid 19 itu berlaku untuk seluruh daerah, tidak sedikit yang mencibir dengan pemberlakuan kebijakan yang tidak mempertimbangkan karakteristik tempat dan lokasi serta prosentase jumlah warga terdampak namun diantara mereka banyak juga yang mendukung kebijakan yang mendorong adanya semangat gotong royong dalam menghadapi virus corona, tentu tidak bisa dinafikan bahwa sungguh banyak spekulasi bermunculan terkait informasi virus corona atau dikenal covid 19 ini namun artikel kali ini tentu tidak akan membahas itu justru fokus pada persoalan dampak positif kebijakan pendidikan pemerintah Indonesia dalam mengatasi wabah covid 19. Wabah ini datang tidak hanya dengan virus yang konon mematikan akan tetapi virus atau wabah i...

Perlukah Menonton Film G 30 S/PKI ?

Indonesia sebagai Negara yang lahir dari keberagaman suku, budaya, bahasa yang kemudian di bingkai dengan “konsensus“ sebagai sebuah kesepakatan bahwa Indonesia berdiri sebagai Negara kesatuan Republik Indonesia tentu jika kita menelisik kebelakang sungguh sebuah perjalanan panjang dengan segala dinamika berbangsa dan bernegara dengan segala gejolaknya mulai dari pemberontakan DI/TII sampai dengan Pemberontakan PKI Salah satu diantara yang paling dikenal adalah Gerakan 30 S/PKI yang saat ini cerita sejarah tentang ini mulai bermunculan pro dan kontra tentang alur sejarah yang sesungguhnya namun kali ini Saya tidak begitu tertarik membahas itu, saya ingin coba menulis dalam perspektif yang sedikit berbeda menyikapi seruan menonton Film G30 S/PKI itu sendiri. Ngomong Sejarah saya kemudian teringan dengan sosok Orang Tua, berwibawa, sederhana dengan kaca mata tebal yang menjadi ciri khasnya kalau boleh saya katakan beliau merupakan visualisasi dari Umar Bakri yang diceritakan Iwan Fals ...

Curah Gagasan Aktualisasi Revitalisasi SMK

Revitalisasi pendidikan Kejuruan yang tertuang pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 menjadi angin segar bagi guru dan siswa SMK di seluruh Indonesia, harapan besar hadir karena SMK sebagai pendidikan Vokasi yang menjadi ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja terlatih harusnya memiliki sarana dan prasarana yang sudah meyesuaiakan dengan standar Industri namun kenyataannya masih banyak Sekolah Kejuruan yang minim sarana dan Prasarana yang standar yang bisa menopang kompetensi SMK dalam memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.  Idealnya lulusan SMK sudah memiliki kompetensi sesuai jurusannya dan siap kerja namun Faktanya Lulusan SMK saat ini memilih 3 (tiga) jalan setelah mereka menyelesaikan pendidikannya 1. Bekerja pada Dunia Usaha atau Dunia Industri 2. Berwirausaha 3. Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Merujuk pada fenomena tersebut , maka menurut penulis sudah saatnya penguatan sinergitas stakeholder SMK dilakukan untuk bisa memastikan keterserapa...

Sambutan

S elamat Datang Para Penggiat dan Pemerhati Pendidik an,  Laman ini merupakan blog yang menyajikan konten pendidikan, Penelitian, Inovasi dan eksplorasi budaya yang mengandung kearifan lokal dengan nilai-nilai pendidik an yang luar biasa tentu sungguh banyak yang sudah terungkap dan tidak  se dikit yang belum terungkap sehingga harapan kami ruang ini dapat menjadi salah satu ruang ref erensi dan diskusi akan khasanah budaya dan nilai-nilai luhur  yang ditinggalkan oleh para pendahulu yang dapat dijadikan pedoman mengenal karakteristik sosial yang menjadi jembatan dalam menemukan solusi ataupun strategi pendidikan yang tepat dan relevan diterapkan dalam proses pendidikan baik formal, Informal maupun Non formal.